≡ Tren Oplas 2025, Baik Atau Buruk? Yuk Kita Bongkar! 》 Her Beauty

Tren Oplas 2025, Baik Atau Buruk? Yuk Kita Bongkar!

Advertisements

Tahun 2025 mungkin bisa dibilang sebagai tahunnya oplas atau operasi plastik, terutama di area wajah. Banyak artis Indonesia maupun luar negeri yang sudah menjalaninya. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang jujur mengatakan telah menjalani filler, facelift, hingga exosome yang terdengar futuristik. Keinginan untuk tampil awet muda menjadi alasan utama mereka menjalani operasi plastik.
Namun, ternyata operasi plastik menjadi salah satu tren yang kontroversial. Pasalnya, publik terpecah menjadi beberapa kubu: ada yang berpendapat bahwa oplas membawa hasil yang luar biasa, tetapi ada pula yang menganggap oplas itu buruk dan sangat berisiko. Mereka sering melontarkan pertanyaan kepada pelaku oplas, “Kenapa kamu oplas? Kan sudah cakep?”

1. Tidak Mengubah Secara Signifikan

Tahukah Anda bahwa standar kecantikan di tahun 2025 telah bergeser? Menurut para pelaku yang menjalani oplas, mereka mengaku ingin tampil natural, tetapi setingkat lebih cantik atau ganteng dibandingkan sebelumnya. Menurut mereka, tampil natural saja tidak cukup. Oleh karena itu, muncullah istilah “natural but better.”
Alhasil, banyak ahli bedah plastik kini lebih fokus membuat pasien terlihat cantik secara natural dan hanya memperbaiki area-area yang dirasa kurang. Akibatnya, saat ini sangat sulit membedakan orang yang menjalani oplas dengan mereka yang hanya melakukan perawatan di klinik kecantikan. Jadi, jika Anda menuduh teman menjalani oplas, dia mungkin akan mengelak, “Aku nggak oplas kok, cuma perawatan di klinik!”

2. Facelift yang Lebih Modern

Tahun 2025, facelift kembali hadir dengan teknik yang jauh lebih modern dibandingkan sebelumnya, dengan bekas luka minimal dan hasil yang terlihat lebih alami. Jika menggunakan teknologi dan metode facelift lama, wajah bisa berubah secara signifikan dan hasilnya tampak terlalu ekstrem.
Prosedur facelift modern ini populer di kalangan usia 40 tahun ke atas, terutama bagi mereka yang sadar bahwa filler memiliki batas kemampuan. Pasalnya, filler hanya menambah volume, bukan mengangkat jaringan yang turun. Bahkan, versi mini-lift kini mulai diminati kalangan muda karena dapat membantu mencegah penuaan dini.

3. Restorasi Volume Wajah Jadi Sorotan Utama

Banyak orang ingin menurunkan berat badan secara cepat. Oleh karena itu, tidak sedikit yang menjalani metode diet ekstrem sambil mengonsumsi obat penurun berat badan. Hasilnya, volume tubuh berkurang drastis, termasuk di area wajah yang terlihat lebih cekung, lelah, dan menua sebelum waktunya.
Karena itulah, restorasi volume wajah menjadi salah satu prosedur yang paling diminati. Contohnya adalah filler dan fat grafting yang dapat mengurangi kesan cekung di wajah. Tantangannya terletak pada menjaga keseimbangan agar tidak terlihat “pillow face” akibat penggunaan filler berlebihan.

4. Regenerative Medicine

Regenerative medicine menjadi bintang baru di industri kecantikan. Istilah seperti stem cell dan exosome menawarkan perawatan berbasis biologi untuk meremajakan kulit dari dalam. Pendekatan ini mengandalkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki diri secara alami.
Bahkan, beberapa ahli bedah plastik menawarkan perawatan yang berasal dari sel tubuh pasien sendiri yang diolah menjadi bahan perawatan kulit. Konsep oplas pun bergeser, bukan untuk mengubah wajah secara signifikan, melainkan membantu wajah bekerja lebih optimal dan tetap terlihat natural.

5. Tren yang Tidak Disukai Ahli Bedah

Tren operasi plastik yang meningkat di tahun 2025 ibarat pisau bermata dua: bisa membawa dampak baik maupun buruk. Banyak ahli bedah justru merasa khawatir terhadap keselamatan pasien dalam jangka panjang.
Pasalnya, tidak sedikit pelaku oplas yang rela menjalani prosedur ekstrem dan berbahaya demi terlihat sempurna. Dampaknya, beberapa tahun setelah menjalani oplas, wajah mereka justru terlihat lebih tua dan bengkak, seperti yang sering dibandingkan dengan Donatella Versace dan Barbie Kumalasari. Oleh karena itu, tren oplas berisiko merugikan pasien jika dilakukan secara ekstrem dan impulsif.

Loading...

6. Banyak Klinik Kecantikan Abal-Abal

Klinik kecantikan yang berkualitas umumnya menawarkan biaya yang cukup tinggi. Alhasil, banyak orang yang ingin menjalani oplas mencari klinik dengan biaya jauh lebih murah, bahkan hingga ke luar negeri. Secara logika, memang ada banyak dokter kecantikan hebat di berbagai penjuru dunia. Namun, masalah muncul ketika biaya menjadi satu-satunya pertimbangan.
Saat ini, cukup banyak klinik kecantikan abal-abal yang menawarkan prosedur murah sekaligus paket liburan. Mereka membangun kepercayaan dengan foto before-after palsu yang merupakan hasil comotan dari klinik lain. Akibatnya, banyak orang menjadi korban. Hati-hati, ya!

7. Wajah Terlalu Kencang

Meskipun metode facelift modern dapat mengangkat jaringan kulit sehingga tampak natural, dalam beberapa kasus prosedur tersebut dilakukan secara berlebihan. Akibatnya, wajah terlihat terlalu kencang dan tegang, sehingga terkesan tidak alami dan sulit diperbaiki.
Kasus facelift ekstrem ini biasanya terjadi akibat kurangnya komunikasi antara pasien dan dokter. Padahal, facelift seharusnya memperbaiki, bukan mengubah mimik wajah secara ekstrem. Ketelitian dan keterampilan dokter, serta komunikasi yang baik antara dokter dan pasien, menjadi kunci keberhasilan prosedur facelift modern.

8. Oplas Ekstrem

Media sosial seperti TikTok dan Instagram kerap menampilkan filter kamera seperti cat-eye, sexy-lip, rahang tajam, dan white-skin. Akibatnya, persepsi manusia terhadap proporsi wajah bergeser menjadi lebih ekstrem dan tidak natural. Permintaan pasien agar wajahnya menyerupai filter media sosial pun meningkat, sehingga mendorong terjadinya oplas ekstrem.
Masalah utama dari oplas ekstrem adalah dampak jangka panjangnya. Wajah manusia memiliki keseimbangan alami, dan jika dipaksa ke bentuk ekstrem, hasilnya tidak akan bertahan dengan baik seiring waktu. Jika tujuan utamanya adalah tampil awet muda, pendekatan yang sederhana dan proporsional jauh lebih bijak.

9. Bagaimana Menyikapi Tren Oplas?

Pada akhirnya, Anda adalah orang yang paling memahami apa yang terbaik untuk diri sendiri. Jika memiliki dana lebih dan ingin memperbaiki area wajah tertentu, operasi plastik bisa menjadi salah satu pilihan. Saran kami, lakukan riset terlebih dahulu terhadap klinik kecantikan yang terbukti aman dan berkualitas. Pahami prosedur yang aman dan efektif, kenali kebutuhan wajah Anda, lalu tentukan metode terbaik yang sesuai dengan anggaran Anda.

Advertisements