8 Fakta COVID-19 Yang Wajib Anda Ketahui



Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang dilanda kecemasan mengenai secara cepat mewabahnya virus COVID-19 (Corona virus) di berbagai kota Indonesia. Hingga tanggal 26 Maret, sudah sebanyak 893 orang di Indonesia yang terkonfirmasi positif COVID-19. WHO mengumumkan bahwa wabah ini merupakan wabah darurat global, karena hingga saat ini korban meninggal dunia sebanyak 18.612 orang di seluruh dunia, di Indonesia sendiri sudah 78 orang meninggal dunia.

Kepanikan serta kecemasan pada diri sendiri dan keluarga pasti dirasakan semua orang. Namun jangan terlalu fokus dengan kecemasan yang ada, lebih baik Anda dan keluarga mempersiapkan diri untuk selalu menjaga imunitas tubuh serta menjalani pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan. Untuk mengurangi kecemasan serta kepanikan, lebih baik Anda membaca informasi yang tepat mengenai virus COVID-19. Berikut kami akan hadirkan 8 fakta mengenai Coronavirus atau COVID-19, check it out bellow!

1. Sangat Cepat Menyebar ke Seluruh Dunia

Virus baru COVID-19 muncul pertama kali pada akhir bulan Desember 2019 di kota Wuhan, China. Dalam data akhir bulan Maret ini, virus sudah menyebar ke 198 negara belahan dunia, dan menginfeksi sedikitnya 473.137 orang. Di tengah wabah ini, masyarakat seluruh dunia mengalami hari-hari yang pahit. Karena beberapa negara men-lockdown negaranya demi mengantisipasi penyebaran virus COVID-19. Perekonomian di seluruh dunia menurun drastis. Seluruh tempat hiburan, sekolah, dan transportasi tutup sementara.

Di Indonesia sendiri sudah ada himbauan dari pemerintah untuk Stay at Home dan Work from Home, demi mendukung pemutusan rantai penyebaran virus COVID-19 dengan menerapkan Social/Physical Distancing.

2. Gejala Mirip dengan Flu Biasa

Pasien positif COVID-19 biasanya akan merasakan gejala seperti halnya flu biasa, yaitu demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Namun yang membedakan pada COVID-19 ialah penderita mengalami gejala flu disertai suhu tubuh di atas 38 derajat celcius dan mengalami kesulitan bernapas (sesak napas).

Tenang, jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, belum tentu terdapat virus COVID-19 di tubuh Anda. Di atas adalah tabel yang membedakan antara flu biasa dengan COVID-19.

3. Kerabat dari MERS dan SARS

Anda pasti pernah mendengar mengenai wabah virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) tahun 2002 dan MERS (Middle-East Respiratory Syndrome) tahun 2012. Gejala pada kedua virus tersebut mirip dengan gejala yang ditimbulkan pada virus COVID-19. Ketiganya merupakan penyakit infeksi virus pada saluran pernapasan yang bisa berakibat fatal. Meskipun jarang, ketiga virus ini memiliki pola penyebaran sama yang terjadi dari hewan ke manusia.

SARS, MERS, dan COVID-19 berasal dari keluarga virus yang sama yaitu Coronavirus. Namun, ketiganya memiliki masa inkubasi yang hampir mirip. Masa inkubasi penyakit MERS adalah 2–14 hari (rata-rata 5 hari), sedangkan SARS sekitar 1–14 hari (rata-rata 4-5 hari), dan masa inkubasi COVID-19 adalah 1–14 hari (rata-rata 5 hari).

4. Belum Ada Vaksin

COVID-19 merupakan virus baru yang sangat asing bagi ilmuwan serta tenaga medis. Hingga saat ini, vaksin untuk virus tersebut masih terus dikembangkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sudah ada beberapa sukarelawan yang bersedia ikut andil dalam percobaan uji kelayakan vaksin, tim medis akan memantau keamanan dan efek samping vaksin tersebut. Semoga vaksin COVID-19 segera jadi!

5. Cepat Menyebar Melalui Droplet

Mungkin sebagian dari Anda masih asing dengan kata droplet, yaitu tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin. Penyebaran yang paling sederhana dari COVID-19 adalah melalui bersin dan batuk yang mengeluarkan cairan mengandung virus, hal ini berpotensi menyebarnya virus melalui cairan dan masuk ke tubuh orang lain jika dalam posisi berdekatan. Namun tidak hanya melalui cairan, virus juga bisa menempel pada permukaan benda dalam jangka waktu tertentu, tergantung dari beberapa faktor seperti kelembaban udara dan suhu ruangan.

6. Resiko bisa diminimalisir

Meskipun penyebaran COVID-19 terbilang sangat cepat dan mengkhawatirkan, akan tetapi Anda harus tetap tenang karena resiko terpapar COVID-19 ini dapat diminimalisir dengan cara berikut:

  • Menjaga imunitas diri dengan konsumsi vitamin dan makanan bergizi.
  • Hindari bepergian ke tempat yang ramai, jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain (social/physical distancing).
  • Tutup dengan tisu atau tangan ketika Anda batuk atau bersin.
  • Hindari orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Selalu gunakan masker saat Anda beraktifitas di luar rumah.
  • Rajin mencuci serta membersihkan tangan dengan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 75%.
  • Jangan menyentuh wajah, mata, mulut, atau hidung saat tangan Anda kotor.
  • Jaga kebersihan benda yang sering Anda sentuh.
  • Masak daging secara matang merata.

7. Angka kematian hanya 3%

Menurut WHO, angka kematian akibat penyebaran COVID-19 di seluruh dunia hanya 3%. Angka tersebut terbilang sedikit jika dibandingkan dengan angka kematian pada virus SARS (sekitar 10%) dan MERS (sekitar 35%). Selain itu, hampir 80% orang mengalami gejala ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14 hari. Sebagian lagi harus melalui penanganan medis yang cepat dan tepat.

8. Bisa sembuh dengan sendirinya

Pernyataan bahwa COVID-19 dapat sembuh dengan sendirinya sudah terbukti dari lebih banyak angka kesembuhan yang tercatat di seluruh dunia dibandingkan angka kematiannya. Hingga saat ini, tercatat sudah 114.779 orang yang kembali pulih setelah melawan COVID-19. Faktanya, virus ini dapat dilawan dan sembuh dengan sendirinya jika memiliki daya tahan tubuh yang baik. Beberapa kasus kematian yang terjadi dikarenakan penderita memiliki daya tahan tubuh yang rendah dan memiliki riwayat penyakit dalam seperti diabetes, jantung, ataupun gangguan pernapasan. Stay safe, gaes!