≡ 8 Ramuan Andalan Nenek Moyang Ini Katanya Ampuh, Pernah Coba? 》 Her Beauty

8 Ramuan Andalan Nenek Moyang Ini Katanya Ampuh, Pernah Coba?

Advertisements

Sebelum apotek dan obat kimia mudah dijangkau, masyarakat Indonesia zaman dulu punya cara tersendiri untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Mulai dari masuk angin, demam pada anak, hingga batuk membandel, semuanya diatasi dengan ramuan yang bahannya diambil langsung dari dapur atau pekarangan rumah. Uniknya, banyak dari ramuan tersebut masih dipercaya dan dipraktikkan hingga sekarang, loh!

Meskipun sebagian orang menganggapnya kuno, kearifan lokal ini nyatanya diwariskan turun-temurun karena dirasakan khasiatnya oleh masyarakat. Bahkan, beberapa di antaranya telah digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Penasaran apa saja ramuan andalan nenek moyang kita? Yuk, simak daftarnya di bawah ini!

1. Kerokan

Siapa sih yang tidak kenal kerokan? Terapi menggosokkan koin atau benda tumpul lain yang sudah diolesi minyak ke kulit punggung ini menjadi andalan hampir setiap keluarga Indonesia saat badan terasa tidak enak. Gesekan tersebut akan menimbulkan garis kemerahan, dan konon garis merah itu menandakan banyaknya angin yang berhasil dikeluarkan dari tubuh.

Meskipun secara medis efektivitasnya masih diperdebatkan, sensasi hangat dan rileks setelah kerokan membuat banyak orang merasa jauh lebih segar. Tak heran kalau tradisi ini tetap bertahan lintas generasi, bahkan hingga sekarang!

2. Bawang Merah Campur Minyak Telon

Ramuan ini menjadi andalan para ibu ketika si kecil demam atau masuk angin. Caranya cukup mudah: bawang merah dihaluskan lalu dicampur dengan minyak telon, kemudian dibalurkan pada perut, punggung, dan dada anak. Konon, panas tubuh anak akan berangsur turun setelah dibalur ramuan ini.

Bawang merah sendiri memang mengandung senyawa sulfur dan berbagai senyawa fenolik. Meskipun begitu, kulit bayi yang sensitif tetap harus diperhatikan supaya tidak muncul iritasi setelah penggunaan ramuan tersebut.

3. Jamu Kunyit Asam

Kunyit sudah menjadi bahan wajib dalam berbagai racikan jamu Indonesia. Salah satu yang paling populer adalah jamu kunyit asam, perpaduan kunyit dan asam Jawa yang biasanya diminum untuk menjaga stamina, melancarkan pencernaan, hingga meredakan nyeri saat menstruasi.

Rasanya yang segar dan sedikit asam membuat jamu ini disukai banyak kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua. Bahkan sampai sekarang, penjual jamu gendong masih setia menjajakan racikan kunyit asam ini berkeliling.

4. Kencur

Kencur menjadi tanaman rimpang lain yang tidak kalah populer sebagai bahan obat tradisional. Rimpang kencur biasanya dihaluskan bersama beras, kemudian diminum sebagai ramuan beras kencur untuk membantu meredakan pegal linu dan menambah nafsu makan. Selain itu, air perasan kencur juga dipercaya dapat membantu meredakan keluhan pada tenggorokan dan batuk.

Kencur memang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Namun, klaim khasiatnya tetap perlu dibedakan dari manfaat yang telah terbukti secara klinis. Tidak heran kalau kencur masih menjadi bahan yang populer dalam berbagai racikan tradisional.

Loading...

5. Wedang Jahe

Saat cuaca dingin atau badan mulai meriang, wedang jahe menjadi minuman penyelamat andalan keluarga Indonesia. Jahe yang direbus bersama gula merah dan serai dipercaya mampu menghangatkan tubuh sekaligus memberikan energi tambahan.

Selain menghangatkan, wedang jahe juga sering dijadikan pilihan saat tubuh terasa kurang enak. Rasanya yang hangat dan pedas membuat tubuh terasa lebih nyaman, apalagi kalau diminum sambil berselimut di malam hari.

6. Daun Sirih

Selain digunakan untuk nginang atau tradisi menyirih, daun sirih juga populer sebagai bagian dari berbagai pengobatan tradisional. Salah satunya adalah penggunaannya untuk perawatan mata. Caranya, daun sirih diseduh dengan air panas, kemudian air seduhannya digunakan setelah dingin.

Daun sirih mengandung berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antimikroba dalam penelitian laboratorium. Meskipun begitu, penggunaan air rendaman atau seduhan daun sirih langsung pada mata tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan iritasi atau meningkatkan risiko infeksi jika tidak steril.

7. Jeruk Nipis dan Madu

Ramuan sederhana ini menjadi andalan turun-temurun untuk membantu meredakan batuk dan melegakan tenggorokan. Perasan jeruk nipis dicampur madu dan sedikit air hangat, kemudian diminum hingga batuk mereda.

Kombinasi rasa asam dari jeruk nipis dan manis dari madu ini terasa nyaman di tenggorokan. Madu sendiri memiliki bukti yang lebih baik untuk membantu meredakan batuk, terutama pada anak di atas usia satu tahun. Hingga sekarang, ramuan ini masih menjadi pilihan rumahan bagi banyak keluarga.

8. Temulawak

Terakhir ada temulawak. Rimpang yang satu ini sering dijadikan jamu untuk menambah nafsu makan, terutama pada anak-anak yang susah makan. Temulawak biasanya direbus atau dihaluskan, kemudian diminum sarinya secara rutin.

Selain digunakan secara tradisional untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan menjaga pencernaan, temulawak juga banyak diteliti karena kandungan kurkuminoidnya. Namun, manfaatnya tetap perlu dibedakan dari klaim kesehatan yang belum memiliki bukti klinis kuat.

Itulah 8 ramuan warisan nenek moyang yang masih digunakan dan dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia hingga sekarang. Meskipun sebagian belum sepenuhnya dibuktikan secara medis, kearifan lokal ini tetap menjadi bagian dari identitas budaya bangsa.

Apakah Anda juga suka mempraktikkan atau menggunakan salah satu ramuan di atas?

Advertisements