6 Fakta Kesenian Asli Indonesia Wayang Golek



Wayang golek merupakan salah satu ragam kesenian wayang yang ada di Indonesia. Berbeda dengan wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau, wayang golek tidak terbuat dari kulit kerbau, melainkan apa ya? Nah, daripada penasaran, yuk kita lihat 6 fakta kesenian asli Indonesia Wayang Golek di bawah ini. Ada informasi tentang bahan dasar pembuatan wayang golek juga, lho! Tanpa menunggu lagi, yuk kita simak penjelasannya.

1. Terbuat dari Kayu

Wayang golek terbuat dari bahan utama kayu. Jenis kayu yang digunakan adalah mahoni, ada juga yang menggunakan kayu albasia. Sedangkan alat utama yang digunakan untuk mengolah kayu menjadi wayang golek tidak rumit, cukup memakai golok, gergaji, kapak besar dan kecil, serta pisau ukir.

Para perajin wayang golek suka menggunakan kayu mahoni atau albasia karena memiliki warna dasar yang bagus, mudah dibentuk, dan tahan terhadap cuaca ekstrim. Proses pembuatan wayang sejatinya tidak mudah, karena perlu proses penambahan motif detail dengan warna-warna tertentu, terutama pada bagian mahkota di kepala.

2. Ada Iringan Musik Tradisional Sunda

Wayang golek identik dengan musik tradisional Jawa Barat, khususnya Sunda. Alat musik yang digunakan biasanya gamelan Sunda, yang terdiri dari dua buah saron, satu buah peking, selentem, seperangkat boning, kenong, dan gong.

Selain itu juga ada alat musing kendang, gambang, dan rebab. Bahkan pada pementasan wayang golek di era modern dan tayang di televisi, alat musiknya juga menyesuaikan dengan pementasan tradisional, lengkap dengan serulingnya. Seperti contohnya pada acara ‘Bukan Sekedar Wayang’ di NET TV dan ‘Opera van Java’ di TRANS7.

3. Ada Dalang dan Sinden

Di mana ada wayang golek, di situ pasti ada dalang, sinden, dan pemusiknya. Untuk iringan musik, sudah kami bahas di daftar sebelumnya. Nah, sekarang saatnya kita membahas tentang dalang dan sinden. Memangnya, apa sih dalang itu? Dalang adalah pemimpin, penyusun naskah, produser, juru cerita, dan penggerak wayang. Hal itu dipetik berdasarkan pendapat Claire Holt dari Cornell University Press.

Lalu berdasarkan bahasa Jawa, dalang artinya adalah orang yang menggali nasihat atau petuah untuk disampaikan kepada para penonton, sehingga fungsi dalang adalah sebagai pendidik atau guru masyarakat. Sedangkan sinden adalah wanita yang bernyanyi selama pementasan berlangsung. Pada zaman sekarang, pesinden biasanya ada 2 orang. Beberapa pesinden terkenal contohnya adalah Upit Sarimanah, Titim Patimah, Dewi Gita, Kiki Juliar, dan Memes Prameswari.

4. Dipopulerkan Asep Sunandar

Pria bernama lengkap Asep Sunandar Sunarya adalah maestro wayang golek di Indonesia yang telah mengabdi sebagai dalang selama hidupnya. Tanpa dia, wayang golek tidak akan seterkenal sekarang. Pria kelahiran 3 September 1955 ini berhasil menciptakan wayang golek bernama Cepot yang jenaka, Arjuna dengan alat panahnya, Bima dengan gadanya, dan pakaian wayang yang mewah.

Banyak penghargaan yang diraih Asep Sunandar, yaitu menjadi duta kesenian pada tahun 1986, dosen luar biasa di Prancis tahun 1993. Dan setahun setelahnya, yakni di tahun 1994, Asep Sunandar mulai pentas di luar negeri seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, dan Swiss hingga pada tahun 1995 mendapatkan penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari pemerintah Indonesia. Bahkan Ki Asep memiliki acara sendiri di stasiun televisi lokal seperti TVRI dan MNCTV.

Ki Asep telah meninggal dunia pada tanggal 31 Maret 2014 di usia 58 tahun karena penyakit jantung. Meskipun begitu, karya-karya dan pencapaian beliau akan selalu kita kenang, betul?

5. Punya Sejarah Panjang

Wayang golek memiliki sejarah yang sangat panjang, lho. Diperkirakan, wayang golek sudah ada sejak tahun 1583 yang dibuat oleh Sunan Kudus. Penyebaran awal wayang golek adalah di wilayah pesisir utara pulau Jawa, terutama di daerah Cirebon. Saat itu, wayang golek yang dimainkan adalah jenis papak yang memiliki bentuk kepala datar. Lalu, wayang golek menjadi semakin dikenal sejak mengisahkan sejarah tanah jawa pada tahun 1650-an.

Lalu pada awal tahun 1800-an, bupati Bandung keenam bernama R.A Wiranatakusumah II juga turut mempopulerkan wayang golek yang masa itu masih jenis papak, menjadi wayang golek sunda yang bentuknya kita kenal saat ini. Sejak saat itu, wayang golek semakin dikenal di penjuru Jawa Barat. Beberapa dalang yang turut mempopulerkan wayang golek hingga mancanegara adalah Tarkim, R.U. Partasuanda, Abeng Sunarya, Entah Tirayana, Apek, Asep Sunandar Sunarya, dan Cecep Supriadi.

6. Ada Banyak Tokoh Pewayangan Legendaris

Wayang golek sangat berkaitan erat dengan sejarah dan budaya Sunda. Sehingga, tokoh-tokoh yang muncul dari cerita wayang golek juga memiliki sifat-sifat yang unik agar mendukung berjalannya cerita dari sang dalang. Nah, kali ini kami akan mengenalkan beberapa tokoh pewayangan legendaris. Memangnya ada siapa saja?

Yang pertama adalah Gatotkaca. Tokoh ini sudah melegenda dan sudah dikenal hingga mancanegara. Bahkan Gatotkaca menjadi karakter di permainan online terkenal. Menurut sejarahnya, Gatotkaca merupakan anak dari Arya Bima dan Arimbi. Gatotkaca memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dan bisa terbang. Julukannya adalah otot kawat tulang besi. Lalu tokoh selanjutnya adalah Arjuna yang merupakan tokoh paling populer. Dia memiliki wajah yang tampan serta badan yang gagah. Dia juga punya senjata pamungkas seperti Panah Pasopati.

Dan tokoh pewayangan terkenal selanjutnya adalah Cepot yang bernama asli Astrajingga atau Bagong, anak pertama dari pasangan Semar dan Sutiragen. Cepot menjadi salah satu tokoh favorit penonton wayang golek karena sifatnya yang humoris dan terkadang menyebalkan, sehingga mencairkan suasana setelah cerita peperangan yang menegangkan.

Nah, itulah 8 fakta menarik tentang kesenian asli Indonesia, wayang golek. Menurut Anda bagaimana? Apakah fakta-fakta di atas menjawab rasa penasaran Anda? Atau apakah ada pertanyaan lainnya seputar wayang golek? Jika iya, bisa Anda tanyakan di kolom komentar, ya!