≡ Kalap Makan Durian Saat Musimnya? Waspada 7 Bahaya Ini! 》 Her Beauty

Kalap Makan Durian Saat Musimnya? Waspada 7 Bahaya Ini!

Advertisements

Musim durian menjadi salah satu momen yang biasanya paling ditunggu-tunggu oleh penggemarnya. Dengan harga yang lebih terjangkau, stok melimpah, dan aroma yang khas, banyak orang sulit menahan diri untuk tidak kalap.

Durian kaya akan nutrisi seperti serat, vitamin C, vitamin B6, kalium, dan berbagai antioksidan. Namun, justru karena kandungannya yang begitu kaya dan padat, makan durian berlebihan bisa memberikan dampak yang cukup serius bagi tubuh. Kami akan membahas 7 risiko terlalu banyak mengonsumsi durian saat musimnya tiba. Ada risiko apa saja?

1. Mabuk Durian

Pernah dengar istilah mabuk durian? Banyak orang mengira durian mengandung alkohol, padahal tidak sama sekali. Tapi efek mabuknya itu nyata, lho! Kok bisa, sih?

Saat Anda makan durian terlalu banyak, tubuh mendapat asupan gula alami berlebih berupa sukrosa dan fruktosa yang tidak lagi bisa dipecah oleh tubuh secara efisien. Gula berlebih itu kemudian menumpuk di usus dan mengalami fermentasi, menghasilkan gas dalam jumlah besar.

Akibatnya, perut terasa kembung, begah, nyeri, bahkan bisa disertai mual dan muntah. Kondisi inilah yang orang-orang sebut sebagai mabuk durian. Jadi, bukan karena mengandung alkohol, melainkan karena kandungan gulanya yang sangat tinggi, yang mampu mengakibatkan reaksi di dalam sistem pencernaan Anda.

2. Lonjakan Gula Darah

Durian mengandung tiga jenis gula alami sekaligus, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Kombinasi ketiganya bisa membuat kadar gula darah Anda melonjak dengan cepat jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Bagi Anda yang sehat sekalipun, lonjakan gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko diabetes.

Bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki riwayat gula darah tinggi, makan durian berlebihan jelas merupakan pantangan besar. Jadi, meskipun Anda merasa sehat-sehat saja, bukan berarti bisa makan durian tanpa batas, ya!

3. Berat Badan Naik

Satu buah durian berukuran sedang rata-rata mengandung hampir 1.500 kalori. Artinya, satu buah durian utuh saja sudah memenuhi hampir 70 persen kebutuhan kalori harian tubuh Anda. Bayangkan jika Anda mengonsumsi lebih dari itu dalam satu sesi makan, apalagi tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

Asupan kalori berlebih yang tidak dibakar dengan baik akan menumpuk menjadi lemak. Dalam jangka panjang, kebiasaan kalap makan durian bisa memicu kelebihan berat badan atau obesitas. Dan obesitas yang tidak ditangani dengan serius bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit degeneratif seperti strok, Alzheimer, hingga gagal jantung!

Loading...

4. Tubuh Seperti Terbakar

Efek satu ini mungkin sudah sangat familier bagi pencinta durian. Setelah makan durian dalam jumlah banyak, tubuh kerap terasa panas seperti terbakar dari dalam. Penyebabnya diduga berasal dari kandungan sulfur dalam durian yang meningkatkan metabolisme tubuh secara drastis. Saat metabolisme meningkat, tubuh otomatis memproduksi lebih banyak panas.

Efek panas ini bisa memicu berbagai keluhan tidak nyaman seperti sariawan, radang tenggorokan, konstipasi, hingga peningkatan jumlah dahak. Jika Anda mulai merasakan sensasi panas berlebihan setelah makan durian, itu tanda tubuh Anda memberi sinyal untuk berhenti, ya!

5. Risiko Serangan Jantung Meningkat

Ini yang paling mengejutkan sekaligus paling berbahaya. Makan durian berlebihan ternyata juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung, strok, hingga gagal jantung kongestif. Mekanismenya berkaitan dengan tekanan darah yang bisa naik drastis akibat konsumsi durian berlebih, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung.

Durian juga mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi. Saat dikonsumsi dalam jumlah besar, tubuh bekerja ekstra keras untuk memprosesnya, dan hal ini bisa meningkatkan beban kerja jantung. Bagi Anda yang punya riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, sebaiknya benar-benar membatasi konsumsi durian dalam sehari!

6. Bahaya Ganda Jika Dikombinasikan dengan Alkohol

Makan durian sambil minum minuman beralkohol adalah kombinasi yang wajib dihindari. Kandungan dietil disulfida dalam durian menghambat kerja enzim yang berfungsi memecah alkohol di dalam tubuh. Akibatnya, alkohol tidak bisa dipecah dengan baik dan berubah menjadi racun.

Racun yang menumpuk itu bisa menyebabkan kebingungan, kesulitan bernapas, kehilangan kesadaran, bahkan koma. Jadi, tolong diingat, jangan pernah menggabungkan durian dengan alkohol dalam kondisi apa pun. Risikonya terlalu besar untuk diabaikan, lho!

7. Ibu Hamil Wajib Ekstra Hati-Hati

Ibu hamil sebenarnya tidak dilarang makan durian. Dr. Patrick Chia, ahli perinatologi dari Universiti Teknologi Malaysia, menyatakan bahwa ibu hamil tetap boleh makan durian, asal tidak berlebihan. Namun, hati-hati, makan durian terlalu banyak saat hamil bisa memicu sejumlah komplikasi serius.

Kandungan gula yang tinggi bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional dan bayi lahir dengan berat badan berlebih. Selain itu, kalori yang tinggi juga bisa memperparah kenaikan berat badan ibu, yang berpotensi mengganggu proses persalinan. Bagi ibu hamil dengan kondisi hipertensi, diabetes gestasional, atau obesitas, durian sebaiknya benar-benar dibatasi atau dihindari sama sekali setelah berkonsultasi dengan dokter!

Setelah mengetahui sederet bahayanya, Anda mungkin bertanya-tanya, seberapa banyak sebenarnya batas aman makan durian? Para ahli gizi menyarankan maksimal dua hingga empat biji daging durian per sesi makan, atau sekitar 100 hingga 150 gram. Dalam satu minggu, satu buah durian sudah lebih dari cukup.

Yang paling penting, sesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda masing-masing. Jika Anda memiliki riwayat diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau obesitas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menikmati durian, ya!

Advertisements