6 Fakta Tentang Batik, Kesenian Asal Indonesia yang Mendunia – Her Beauty

6 Fakta Tentang Batik, Kesenian Asal Indonesia yang Mendunia

Advertisements

Apakah Anda memiliki batik di lemari baju? Sepertinya banyak penduduk Indonesia memiliki kain batik, ya! Entah itu dibuat menjadi baju, celana, atau bahkan jaket. Nah, kali ini kami akan membahas 6 fakta tentang batik, kesenian asal Indonesia yang mendunia! Memangnya ada fakta apa saja ya? Kok bisa seterkenal itu warisan budaya kita yang satu ini? Mulai penasaran? Kalau begitu langsung saja cek daftar pertama di bawah ini!

1. Ditetapkan Sebagai Warisan Kemanusiaan oleh UNESCO

UNESCO yang merupakan akronim dari The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization merupakan badan khusus yang didirikan pada tahun 1945 oleh PBB yang bertujuan untuk mendukung perdamaian, keamanan, dan kerjasama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya. UNESCO juga mendata apapun yang diidentifikasi sebagai warisan dunia, termasuk batik.

Tepat pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Menurut Yulia Ayu, Wakil Ketua Yayasan Lasem Heritage mengatakan bahwa ilmu membatik yang diturunkan dari generasi ke generasi, menjadi bagian dari kehidupan manusia khususnya di Jawa, dan digunakan oleh rakyat Indonesia sehari-hari, menjadi 3 alasan dasar mengapa batik diakui oleh UNESCO. Semoga kelestarian seni membatik terus terjaga, ya!

2. Telah Mendunia

Batik dengan motifnya yang otentik dan indah, membuat banyak orang terpikat, yang tak hanya dari dalam, bahkan hingga dari luar negeri. Anda pernah melihat artis luar negeri mengenakan batik? Mungkin kalau Anda termasuk penggemar K-Pop, khususnya boyband EXO. Lho, apa hubungannya batik dengan EXO? Ada banget, soalnya anggota termudanya yaitu Sehun pernah mengenakan batik saat manggung.

Selain Sehun, Kai juga pernah pakai batik. Lalu beberapa grup K-Pop juga pernah terdeteksi mengenakan batik seperti SNSD, Sistar, Super Junior, dan masih banyak lagi lainnya. Banyak juga artis Hollywood yang pernah memakai batik, antara lain Paris Hilton, James Bay, Lily Collins, dan Jessica Alba. Kabar terbaru yang tidak kalah membanggakan adalah batik berhasil masuk di peragaan busana ternama Italia yaitu Milan Fashion Week (MFW) tanggal 26 September 2020. Wow, benar-benar luar biasa!

3. Punya Sejarah Menarik

Batik memiliki sejarah perkembangan yang panjang dan menarik. Pada abad ke-15 di kerajaan Majapahit, batik mulai menjadi tradisi pada kalangan keluarga kerajaan atau keraton. Pada saat itu batik hanya digunakan pada acara-acara tertentu dan biasanya diproduksi sendiri dalam lingkungan keluarga, dengan teknik tenun dan celup kuno. Namun beberapa abad kemudian, batik menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Di dunia luar, batik pertama kali dikenalkan oleh Presiden Soeharto ketika mengikuti konferensi PBB. Sejak saat itu, batik mulai dikenal dunia dan menguntungkan para penghasil dan pebisnis batik lokal. Sehingga membuat Pak Soeharto dinobatkan sebagai Pahlawan Batik oleh para pelaku usaha batik di Indonesia.

4. Batik Tradisional Dibuat Menggunakan Canting

Loading...

Proses pembuatan batik tradisional yang sering disebut juga dengan nama batik tulis tidak sederhana. Prosesnya cukup panjang dan memakan waktu cukup banyak. Selain itu, membutuhkan lebih dari 1 pembatik yang sudah ahli dalam melukis batik. Memangnya tahapan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat satu kain batik tulis?

Tahap pertama adalah nyungging, proses membuat pola di kertas yang dikerjakan oleh spesialis pembuat pola. Lalu proses kedua bernama njaplak yakni proses memindahkan pola dari kertas ke kain. Selanjutnya ada tahap nglowong, di mana pembatik mulai melekatkan lilin atau malam sesuai dengan pola yang sudah dibuat. Lalu di tahap keempat bernama ngiseni yang artinya memberikan isian warna pada ornamen-ornamen tertentu seperti bunga atau hewan.

Lalu tahap selanjutnya, ada yang namanya nyolet, mopok, nembok, ngelir, nglorod, ngrentesi, nyumri, dan nglorod lagi. Semua tahapan yang tertulis di atas merupakan proses yang penting untuk menghasilkan sebuah batik tulis. Nah, karena proses pembuatan batik membutuhkan waktu yang lama, tenaga manusia yang tidak sedikit, dan juga biaya yang besar, wajar saja kalau harganya lebih mahal daripada kain-kain bermotif lainnya.

5. Banyak Jenis Corak Batik di Indonesia

Fakta yang kelima, batik di Indonesia ternyata memiliki banyak jenis corak yang unik dan indah. Beberapa jenis corak batik yang terkenal adalah Motif Batik Tujuh Rupa dari Pekalongan. Motif itu sangat kental dengan nuansa alamnya, dengan penggambaran berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Selain itu ada juga Motif Batik Sogan di Solo, Motif Batik Gentongan dari Madura, dan Motif Batik Mega Mendung di Cirebon.

Motif Batik Kraton di Yogyakarta, Motif Batik Simbut asal Banten, Motif Parang, Motif Kawung dari Jawa Tengah, Motif Pring Sedapur Magetan, dan Motif Geblek Renteng dari Kulon Progo. Yang hebatnya lagi, sekarang proses pembuatan batik cetak bisa menggunakan mesin, sehingga proses pembuatannya tidak terlalu lama. Nah, dari motif-motif yang disebutkan tadi, Anda suka yang mana?

6. Motif Batik Digunakan Tidak Hanya Pada Kain

Tahukah Anda bahwa sebenarnya batik tidak hanya dilukis pada kain saja. Motif batik bisa juga digunakan pada beberapa barang yang ada di sekitar kita seperti emas, souvenir, kue, dan lain-lain. Hal itu disebabkan karena batik dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen Indonesia maupun luar negeri. Contohnya seperti casing smartphone yang memiliki berbagai macam desain corak batik.

Selain itu, emas dapat juga menggunakan ukiran motif batik yang membuatnya semakin cantik. Anda dapat menemui ini pada emas batangan dari PT Antam Tbk yang mengenalkan emas seri Batik Indonesia. Kurang lebih ada 4 jenis corak batik pada emas yang diproduksi Antam.

Nah, itulah 6 fakta tentang batik, kesenian asal Indonesia yang mendunia! Apakah Anda memiliki fakta lainnya tentang batik? Jika iya, silahkan beritahu kami di kolom komentar, ya. Tetap jaga protokol kesehatan dan jangan lupa tersenyum!

Advertisements